Jumat, Februari 20, 2009

SOAL TIK KELAS XI SEMESTER I DAN KUNCI JAWABAN

1.Fungsi dari Microsoft Power Point adalah…
A.Program Pengolah kata
B.Program Basis data
C.System Operasi
D.Program Presentasi
E.Program Pengolah Gambar
Jawaban : D
2.Untuk Menampilkan atau menjalankan file presentasi adalah.
A.Klik Slide Show View Show
B.Klik Slide Show Set Up Show
C.Klik Save As
D.Klik Print Preview
E.Klik Slide Show Custom Animation
Jawaban : A
3.Langkah pertama membuat file baru presentasi adalah
A.Klik New File
B.Klik Open File
C.Klik Save As
D.Klik Print Preview
E.Klik Page Set Up File
Jawaban : A
4.Toolbar untuk membatalkan Perintah
A.Cut
B.Paste
C.Undo
D.Redo
E.Format Painter
Jawaban : C
5.Perintah Untuk Menyimpan File adalah
A.File Close
B.File Open
C.File Save
D.File New
E.File Search
Jawaban : C
6.Toolbar yang berisi Mencetak file, Mengkopi file, menyimpan file disebut toolbar
A.Toolbar Standar
B.Toolbar Formating
C.Toolbar Drawing
D.Toolbar Tabel and border
E.Menu Bar
Jawaban : B
7.Perintah menambah slide baru
A.Insert New Slide
B.File New
C.File Open
D.Insert Slide Number
E.Insert Diagram
Jawaban : A
8.Disebuat apa file presentasi yang dicetak lebih dari satu slide dalam satu halaman
A.Handouts
B.Slide
C.Outline View
D.Notes Pages
E. Printing
Jawaban : A
9.Untuk mengatur rata tengah teks menggunakan
A.Ctrl + E
B.Ctrl + A
C.Ctrl + L
D.Ctrl + R
E.Ctrl + P
Jawaban : A
10.Fasilitas menyisipkan gambar Clip Art pada slide adalah.......
A.Object – ClipArt
B.Object – Insert ClipArt
C.Picture – ClipArt
D.Picture – Object
E.Object – Picture
Jawaban : C
11.Untuk menyisipkan diagram organisasi adalah
A.Object – ClipArt
B.Insert – Diagram
C.Picture – ClipArt
D.Picture – Object
E.Object – Picture
Jawaban : B
12.Fasilitas menyisipkan tanggal dan waktu didalam slide adalah...
A.Hyperlink
B.Object
C.Slide Number
D.Diagram
E.Date and Time
Jawaban : E
13.Fasilitas menyisipkan Kotak Teks adalah....
A. Hyperlink
B. Object
C. Slide Number
D. Teks Box
E. Date and Time
Jawaban : D
14.Langkah mengubah ukuran tampilan slide adalah...
A.View – Size
B.View – Zoom
C.View – percent
D.View – All Size
E.View – Change
Jawaban : B
15.Fasilitas menyisipkan nomor halaman slide adalah....
A.Hyperlink
B.Object
C.Slide Number
D.Diagram
E.Date and Time
Jawaban : C
16.Program database yang menerapkan sistem database relasional adalah.....
A.MS. Power Point
B.MS. Excel
C.MS. Access
D.MS. Word
E.MS. Publisher
Jawaban : C
17.Fasilitas yang ada pada MS.Access, kecuali....
A.Table
B.Query
C.Form
D.Report
E.Web
Jawaban : E
18.Fungsi Form adalah...
A.Menginput data dalam format atau tampilan layar.
B.Menampilkan hasil pencarian sebuah data dan tanggalnya
C.Menampilkan hari
D.Merangkum beberapa sel menjadi satu dalam bentuk prontout atau preview.
E.Menampilkan waktu
Jawaban : A
19. Fasilitas yang merupakan kumpulan informasi yang ditata dan ditampilkan dalam bentuk Print preview adalah....
A. Pages
B. Report
C. Query
D. Form
E. Table
Jawaban : A
20. Fasilitas Access yang digunakan untuk menampilkan, mengubah, menganalisis sekaligus sebagai sumber data selain Table adalah....
A. Report
B. Table
C. Query
D. Form
E. Pages
Jawaban : C

Kamis, Februari 19, 2009

RUMUS-RUMUS UNTUK BELAJAR




Upaya-upaya untuk memahami proses-proses belajar merupakan kegiatan utama dalam psikologi perilaku manusia. Namun demikian belum ada orang yang mengetahui secara pasti apa yang terjadi pada saat kita belajar.


Banyak sekali pendapat berbeda yang bermunculan. Oleh karena itu saran-saran yang disajikan dalam artikel ini merupakan petunjuk yang akan membantu Anda memilih cara-cara belajar yang terbaik menurut diri Anda.




Segala sesuatu yang diingat tanpa dipahami akan segera terlupakan. Oleh karena itu, lebih baik Anda mendasarkan rumus belajar pada teknik-teknik belajar yang akan mendukung pengertian (pemahaman) dan mengembangkan minat Anda terhadap semua aspek dari mata pelajaran. Dengan demikian, dalam rumus-rumus belajar yang akan diuraikan berikut ini, hampir-hampir tidak disinggung tentang teknik-teknik menghafal seperti beo.




Berikut ini adalah rumus-rumus untuk belajar :
Rumus pertama, sadari kenapa Anda perlu belajar. Sebagaimana pada kegiatan-kegiatan yang lain, penyebab yang paling umum dari kegagalan belajar adalah ketiadaan atau kurangnya motivasi. Anda yang tidak memiliki tujuan belajar, cenderung untuk tidak memanfaatkan kesempatan belajar yang ada dengan sebaik-baiknya.




Anda akan cenderung mengerjakan tugas-tugas Anda dengan baik sepanjang masa sekolah, jika Anda tahu persis tujuan Anda. Tujuan ini bisa berupa keinginan untuk mengetahui lebih banyak tentang suatu subjek, atau untuk dapat lulus sebaik mungkin dalam ujian, atau agar dapat mencapai kedudukan dan promosi dalam suatu karir nantinya.



Rumus kedua, pelajari hal-hal yang menarik Anda. Anda tentunya akan cenderung mendapat nilai yang baik pada pekerjaan rumah dari mata pelajaran yang memang Anda sukai. Salah satu sebabnya, adalah karena Anda merasa mudah untuk mengerjakan segala tugas yang memang Anda senangi.




Oleh karena itu,sangat penting bagi Anda untuk menjaga dan meningkatkan minat Anda terhadap mata pelajaran yang Anda pilih. Rahasianya sederhana : Cobalah selalu berusaha menjawab setiap pertanyaan yang muncul di benak Anda. Untuk melatih diri, maka setiap kali Anda mengamati, mendengar, atau membaca, ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut terhadap diri Anda sendiri :





• Bagaimana hal ini bisa diketahui ?
• Dapat begitukah jadinya ?
• Apa bukti-buktinya ?
• Jika benar, apa kelanjutannya ?


Langkah Anda mencari informasi lebih lanjut ini akan menambah minat Anda terhadap subjek yang Anda pelajari. Semakin banyak Anda paham, semakin Anda tahu apa yang perlu diingat, dan semakin mudah pula untuk Anda mengingat hal itu serta mengeluarkannya kembali bila diperlukan.



Rumus ketiga, survey keseluruhan sebelum Anda pelajari bagian demi bagian. Renungkanlah subjek-subjek yang sedang Anda pelajari, carilah hubungan satu dengan yang lain, dan ketahuilah ruang lingkup cakupan dari masing-masing subjek itu.



Lihatlah ringkasan yang dari mata pelajaran yang Anda pilih, sehingga Anda dapat mengetahui kaitan antara pelajaran-pelajaran setiap minggu dengan keseluruhan mata pelajaran.




Dengan kata lain, dalam membaca atau belajar apapun, cobalah untuk terlebih dahulu memperoleh gambaran akan keseluruhan cakupannya. Sesudah itu, Anda akan dapat membuat suatu rencana belajar yang bisa merupakan kerangka kerja dalam mempelajari bagian demi bagian.





Rumus keempat, konsentrasilah pada satu hal di setiap saat. Dengan mengetahui beberapa tugas berbeda perhatikan dan dengan memberi mereka nomor berdasar urutan prioritas, Anda akan dapat memilih satu demi satu dalam mengerjakannya. Belajar akan jauh lebih mudah jika pada setiap saat berkonsentrasi hanya pada satu hal saja.



Dalam dua atau jam belajar. Anda mungkin harus memselesai mempelajari dua atau tiga pelajaran yang berbeda. Dalam hal seperti itu, sebaiknya pelajari mereka satu per satu. Juga lebih efektif bila Anda mengambil beberapa mata pelajaran yang berbeda untuk dipelajari secara berturut-turut. Sebab secara keseluruhan Anda akan masih bergairah belajar, karena Anda menguasai salah satu mata pelajarannya. Walaupun mungkin Anda menjumpai kesulitan dalam pelajaran lainnya.



Rumus kelima, buatlah catatan untuk setiap subjek dengan rapid an teratur. Dalam suatu kegiatan sekolah, guru memulai pelajarannya dengan mengutarakan bagaimana mata pelajaran itu akan dibawakannya. Kerangka itu akan membantu Anda untuk mengetahui hubungan antara satu jam pelajaran dengan jam pelajaran minggu berikutnya. Juga membantu untuk memahami mengapa topik-topik pelajaran disusun dalam urutan tertentu.



Catatan Anda akan lebih mudah dipahami sehingga Anda akan belajar lebih banyak, jika Anda menyadari pentingnya urutan-urutan yang baik


.
Rumus keenam, kaitkan informasi baru dengan hal-hal yang telah Anda ketahui. Akan sangat mudah memahami hal-hal dan mengingatnya, bila Anda telah menguasai pokok-pokok dari suatu subjek dan telah memiliki landasan yang mantap. Dengan begitu, Anda akan memcoba mengaitkan hal-hal baru dengan hal-hal yang telah Anda kenal,a tau meletakkan secara pas dalam suatu pola, sehingga mudah diingat.



Setiap kali Anda membuat tambahan pada buku catatan Anda tentang suatu aspek baru, lihatlah kembali hal-hal lampau yang telah Anda catat. Cara ini akan membantu Anda mengaitkan pelajaran tiap pekan dengan keseluruhan pelajaran yang telah didapat.



Rumus ketujuh, buatlah catatan ulang yang khusus. Pada saat Anda yakin bahwa Anda telah paham terhadap suatu aspek pelajaran, barulah dapat memilih-milih butir yang Anda anggap paling penting.



Tetapi demi efisiensi, proses belajar ulang perlu dilakukan segera setelah Anda mendapati pelajaran tersebut di sekolah tatkala ingatan masih segar.



Rumus kedelapan, buatlah isyarat-isyarat ingatan sebagai pemancing. Untuk menghapal kadang kala bermanfaat juga Anda gunakan isyarat dan asosiasi ingatan. Misalnya, untuk menghafal warna spektrum pelangi Anda dapat menggunakan pemancing : Maman jago karate hanya bisa nyambar udang. Huruf depan masing-masing kata itu mewakili huruf depan warna-warna spektrum, yaitu : merah, jingga, kuning, hijau, nila, dan ungu.



Jika Anda kreatif, Anda dapat membuat kalimat-kalimat pemancing yang lucu. Bukankah belajar itu adalah suatu kegiatan yang menyenangkan ?



Rumus kesembilan, aturlah tenggang waktu untuk melakukan kegiatan mengulang (revisi). Janganlah sekali-kali kali memisahkah belajar mata pelajaran dengan revisi (mengulang). Mengulang haruslah merupakan bagian dari belajar, sejak awal Anda sekolah. Hanya dengan demikian, Anda akan memiliki waktu cukup banyak untuk memahami, memilih, mempelajari dan mengingat.



Rumus kesepuluh, ulang-ulangilah segala sesuatu yang ingin Anda ingat. Anda mungkin, tak pernah melupakan kata-kata dari sebuah lagu yang popular, walaupun Anda secara tidak sadar berniat mengingatnya. Kenapa ? sebab kata-kata itu menarik minat Anda, Anda merasa nikmat atau asyik mendengarnya dan Anda dengarkan itu berulang kali. Inilah tiga persyaratan dasar bagi belajar : minat, menikmati, dan mengulang-ulang. Tetapi perlu diingat, mengulang yang baik tidak hanya sekedar membeo catatan berulang-ulang, tetapi senatiasa didekati secara aktif. Artinya, Anda selalu memakai pikiran, memanfaatkan memori visual (penglihatan) dan aural (pendengaran) serta melakukan tes sendiri diri Anda.



Selamat belajar buat Anda dan sukses…..!!!!!

Selasa, Februari 17, 2009

10 Kualitas Pribadi yang Disukai

Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.
Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendah hatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orangyang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisamembuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnyatidak merasa minder.
Kesetiaan
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.
Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain.Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa- masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.
Artikel dikutip dari Kartu Pintar produksi Visi Victory Bandung

Menang Tak Jadi Bintang, Kalah Jadi Kambing Hitam

“Lemahnya lini belakang Arema Malang adalah penyebab kekalahan mereka dari Persik Kediri dalam pertandingan home mereka,” ungkap Binder Singh, seorang komentator sepak bola, dalam acara live Indonesian Super League 2009 yang ditayangkan oleh ANTV, Minggu, 8 Februari 2009. Komentar ini dengan jelas menunjukkan bahwa seolah-olah kekalahan suatu tim sepak bola diakibatkan oleh kesalahan yang dilakukan lini belakang mereka. Apakah Anda setuju dengan pernyataan tersebut?
Lini belakang atau bisa disebut barisan pertahanan sebuah tim sepak bola adalah kumpulan pemain yang bertugas menghadang serangan-serangan tim lawan. Mereka harus selalu siaga dan tetap waspada setiap saat agar dapat mematahkan serangan-serangan lawan. Orang-orang yang mengisi posisi ini harus mempunyai daya konsentrasi yang tinggi. Kecepatan dan ketangkasan juga sangat diperlukan untuk menjadi lini belakang suatu tim sepak bola. Postur yang ideal, stamina yang kuat, dan semangat juang yang tinggi tak kalah pentingnya. Seorang pemain belakang harus mempunyai skill yang tinggi.
Tugas dan tanggung jawab lini belakang tim sepak bola sangatlah berat. Dalam waktu 90 menit plus tambahan waktu, mereka harus menjaga daerah pertahanan tim dari serangan lawan. Mereka harus bisa mematahkan serangan-serangan lawan. Tak hanya itu, mereka juga harus berkonsentrasi di daerah pertahanan jika tak mau daerah mereka diobrak-abrik lawan. Selain itu, mereka juga dituntut untuk bisa membantu penyerangan. Entah itu berupa umpan pada partner ataupun counter attack. Bahkan kalau bisa mereka juga ikut mencetak gol.
Namun, kerja keras mereka tak diimbangi dengan penghargaan yang mereka dapatkan. Setiap selesai suatu pertandingan, apa yang mereka dapatkan? Pujiankah? Bermacam-macam komentar terlontar kepada mereka. Saat tim mereka menang, mereka jarang mendapatkan pujian. Padahal mereka mempunyai andil yang besar bagi kemenangan tim. Sebaliknya, saat tim mereka kalah, merekalah yang menjadi bulan-bulanan berbagai pihak akibat kekalahan tersebut. Apakah kekalahan tersebut hanya karena kesalah mereka sendiri?
Padahal mereka telah berjuang mati-matian untuk menjaga daerah pertahanan tim. Mereka telah berusaha keras. Namun apa yang mereka dapatkan? Mereka seharusnya diberi motivasi agar mereka bisa lebih baik lagi dalam pertandingan selanjutnya. Saya akui, memang terkadang lini belakang membuat suatu kesalahan fatal yang mengakibatkan jaring gawang mereka tertembus si kulit bundar. Bagi saya hal itu wajar, semua orang pasti pernah mengalami naik turun dalam kehidupannya. Termasuk seorang pemain belakang tim sepak bola. Tak sepantasnya mereka mendapat julukan si kambing hitam saat tim mereka menderita kekalahan saat melihat kerja keras mereka dalam melaksanakan tugas.
Lini belakang tim sepak bola juga bisa menjadi sosok penentu kemenangan. Mereka bisa menjadi inspirator bagi partner mereka dalam bertanding. Bahkan mereka juga bisa mencetak gol. Lihat saja John Terry (Chelsea), Paolo Maldini (AC Milan), ataupun Fabio Cannavaro (Real Madrid). Mereka mempunyai andil yang besar dalam timnya. Namun, saat tim mereka menang, apakah nama mereka disebut-sebut dan dielu-elukan? Mereka terlupakan begitu saja.
Sungguh malang nasib lini belakang tim sepak bola, menang tak jadi bintang, kalah jadi kambing hitam. Itulah realita sepak bola yang ada. Orang begitu mudah mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi terhadap kesalahannya sendiri mereka seolah tak mau tahu.


Oleh : Imam Mi’raj Suprayoga

Kamis, Februari 12, 2009

Kisah Cinta Seorang Anak..

(ditulis oleh Cristine Wili)
Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki,wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku,memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak inimemang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lainsaja.
Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa sayamembesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya punmelahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Sayamenamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian jugaSam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan danmembelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapastel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalumelarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalumenuruti perkataan saya. Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggaldunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadisemakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya sayamengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Sayapergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yangsedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja. Kemudian sayatinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayarhutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejakkejadian itu.
Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. UsiaPernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifatburuk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubahsedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Angelica telahberumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolahperawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagiyang mengingatnya.
Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu sepertisebuah film yang diputar dikepala saya. Baru sekarang saya menyadaribetapa jahatnya perbuatan saya dulu.tiba-tiba bayangan Eric melintaskembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric. Soreitu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Braddengan pandangan heran menatap saya dari samping. “Mary, apa yangsebenarnya terjadi?”
“Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan halyang telah saya lakukan dulu.” aku menceritakannya juga denganterisak-isak. Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telahmemberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangissaya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang.Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter darihadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah sayatinggali beberapa bulan lamanya dan Eric.. Eric…
Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya adasepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil serayamengamatinya dengan seksama… Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenalipotongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakanEric sehari-harinya. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelapsekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakalaia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
“Heii…! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!”
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, “Ibu, apa ibu kenaldengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?”
Ia menjawab, “Kalau kamu ibunya, kamu sungguh tega, Tahukah kamu, 10tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terusmenunggu ibunya dan memanggil, ‘Mommy…, mommy!’ Karena tidak tega,saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal Bersama saya.Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah,namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulanyang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulissetiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu…”
Saya pun membaca tulisan di kertas itu…
“Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi…? Mommy marah samaEric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanjikalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom…”
Saya menjerit histeris membaca surat itu. “Bu, tolong katakan…katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang!Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!”
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
“Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Erictelah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnyasangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahandi belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takutapabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnyaada di dalam sana… Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya daribelakang gubuk ini… Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yanglemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana.”

Setan atau Malaikat?

Mahluk yang paling menakjubkan adalah manusia, karena dia bisa memilih untuk menjadi “setan atau malaikat”.
–John Scheffer-

Dari pinggir kaca nako, di antara celah kain gorden, saya melihat lelaki itu mondar-mandir di depan rumah. Matanya berkali-kali melihat ke rumah saya. Tangannya yang dimasukkan ke saku celana, sesekali mengelap keringat di keningnya.

Dada saya berdebar menyaksikannya. Apa maksud remaja yang bisa jadi umurnya tak jauh dengan anak sulung saya yang baru kelas 2 SMU itu? Melihat tingkah lakunya yang gelisah, tidakkah dia punya maksud buruk dengan keluarga saya? Mau merampok? Bukankah sekarang ini orang merampok tidak lagi mengenal waktu? Siang hari saat orang-orang lalu-lalang pun penodong bisa beraksi, seperti yang banyak diberitakan koran. Atau dia punya masalah dengan Yudi, anak saya?

Kenakalan remaja saat ini tidak lagi enteng. Tawuran telah menjadikan puluhan remaja meninggal. Saya berdoa semoga lamunan itu salah semua. Tapi mengingat peristiwa buruk itu bisa saja terjadi, saya mengunci seluruh pintu dan jendela rumah. Di rumah ini, pukul sepuluh pagi seperti ini, saya hanya seorang diri. Kang Yayan, suami saya, ke kantor. Yudi sekolah, Yuni yang sekolah sore pergi les Inggris, dan Bi Nia sudah seminggu tidak masuk.

Jadi kalau lelaki yang selalu memperhatikan rumah saya itu menodong, saya bisa apa? Pintu pagar rumah memang terbuka. Siapa saja bisa masuk.

Tapi mengapa anak muda itu tidak juga masuk? Tidakkah dia menunggu sampai tidak ada orang yang memergoki? Saya sedikit lega saat anak muda itu berdiri di samping tiang telepon. Saya punya pikiran lain. Mungkin dia sedang menunggu seseorang, pacarnya, temannya, adiknya, atau siapa saja yang janjian untuk bertemu di tiang telepon itu. Saya memang tidak mesti berburuk sangka seperti tadi. Tapi dizaman ini, dengan peristiwa-peristiwa buruk, tenggang rasa yang semakin menghilang, tidakkah rasa curiga lebih baik daripada lengah?

Saya masih tidak beranjak dari persembunyian, di antara kain gorden, di samping kaca nako. Saya masih was-was karena anak muda itu sesekali masih melihat ke rumah. Apa maksudnya? Ah, bukankah banyak pertanyaan di dunia ini yang tidak ada jawabannya.

Terlintas di pikiran saya untuk menelepon tetangga. Tapi saya takut jadi ramai. Bisa-bisa penduduk se-kompleks mendatangi anak muda itu. Iya kalau anak itu ditanya-tanya secara baik, coba kalau belum apa-apa ada yang memukul.

Tiba-tiba anak muda itu membalikkan badan dan masuk ke halaman rumah. Debaran jantung saya mengencang kembali. Saya memang mengidap penyakit jantung. Tekad saya untuk menelepon tetangga sudah bulat, tapi kaki saya tidak bisa melangkah. Apalagi begitu anak muda itu mendekat, saya ingat, saya pernah melihatnya dan punya pengalaman buruk dengannya. Tapi anak muda itu tidak lama di teras rumah. Dia hanya memasukkan sesuatu ke celah di atas pintu dan bergegas pergi. Saya masih belum bisa mengambil benda itu karena kaki saya masih lemas.

Saya pernah melihat anak muda yang gelisah itu di jembatan penyeberangan, entah seminggu atau dua minggu yang lalu. Saya pulang membeli bumbu kue waktu itu. Tiba-tiba di atas jembatan penyeberangan, saya ada yang menabrak, saya hampir jatuh. Si penabrak yang tidak lain adalah anak muda yang gelisah dan mondar-mandir di depan rumah itu, meminta maaf dan bergegas mendahului saya. Saya jengkel, apalagi begitu sampai di rumah saya tahu dompet yang disimpan di kantong plastik, disatukan dengan bumbu kue, telah raib.

Dan hari ini, lelaki yang gelisah dan si penabrak yang mencopet itu, mengembalikan dompet saya lewat celah di atas pintu. Setelah saya periksa, uang tiga ratus ribu lebih, cincin emas yang selalu saya simpan di dompet bila bepergian, dan surat-surat penting, tidak ada yang berkurang.

Lama saya melihat dompet itu dan melamun. Seperti dalam dongeng. Seorang anak muda yang gelisah, yang siapa pun saya pikir akan mencurigainya, dalam situasi perekonomian yang morat-marit seperti ini, mengembalikan uang yang telah digenggamnya. Bukankah itu ajaib, seperti dalam dongeng. Atau hidup ini memang tak lebih dari sebuah dongengan?

Bersama dompet yang dimasukkan ke kantong plastik hitam itu saya menemukan surat yang dilipat tidak rapi. Saya baca surat yang berhari-hari kemudian tidak lepas dari pikiran dan hati saya itu. Isinya seperti ini:

—–

“Ibu yang baik…, maafkan saya telah mengambil dompet Ibu. Tadinya saya mau mengembalikan dompet Ibu saja, tapi saya tidak punya tempat untuk mengadu, maka saya tulis surat ini, semoga Ibu mau membacanya.

Sudah tiga bulan saya berhenti sekolah. Bapak saya di-PHK dan tidak mampu membayar uang SPP yang berbulan-bulan sudah nunggak, membeli alat-alat sekolah dan memberi ongkos. Karena kemampuan keluarga yang minim itu saya berpikir tidak apa-apa saya sekolah sampai kelas 2 STM saja. Tapi yang membuat saya sakit hati, Bapak kemudian sering mabuk dan judi buntut yang beredar sembunyi-sembunyi itu.

Adik saya yang tiga orang, semuanya keluar sekolah. Emak berjualan goreng-gorengan yang dititipkan di warung-warung. Adik-adik saya membantu mengantarkannya. Saya berjualan koran, membantu-bantu untuk beli beras.

Saya sadar, kalau keadaan seperti ini, saya harus berjuang lebih keras. Saya mau melakukannya. Dari pagi sampai malam saya bekerja. Tidak saja jualan koran, saya juga membantu nyuci piring di warung nasi dan kadang (sambil hiburan) saya ngamen. Tapi uang yang pas-pasan itu (Emak sering gagal belajar menabung dan saya maklum), masih juga diminta Bapak untuk memasang judi kupon gelap. Bilangnya nanti juga diganti kalau angka tebakannya tepat. Selama ini belum pernah tebakan Bapak tepat. Lagi pula Emak yang taat beribadah itu tidak akan mau menerima uang dari hasil judi, saya yakin itu.

Ketika Bapak semakin sering meminta uang kepada Emak, kadang sambil marah-marah dan memukul, saya tidak kuat untuk diam. Saya mengusir Bapak. Dan begitu Bapak memukul, saya membalasnya sampai Bapak terjatuh-jatuh. Emak memarahi saya sebagai anak laknat. Saya sakit hati. Saya bingung. Mesti bagaimana saya?

Saat Emak sakit dan Bapak semakin menjadi dengan judi buntutnya, sakit hati saya semakin menggumpal, tapi saya tidak tahu sakit hati oleh siapa. Hanya untuk membawa Emak ke dokter saja saya tidak sanggup. Bapak yang semakin sering tidur entah di mana, tidak perduli. Hampir saya memukulnya lagi.

Di jalan, saat saya jualan koran, saya sering merasa punya dendam yang besar tapi tidak tahu dendam oleh siapa dan karena apa. Emak tidak bisa ke dokter. Tapi orang lain bisa dengan mobil mewah melenggang begitu saja di depan saya, sesekali bertelepon dengan handphone. Dan di seberang stopan itu, di warung jajan bertingkat, orang-orang mengeluarkan ratusan ribu untuk sekali makan.

Maka tekad saya, Emak harus ke dokter. Karena dari jualan koran tidak cukup, saya merencanakan untuk mencopet. Berhari-hari saya mengikuti bus kota, tapi saya tidak pernah berani menggerayangi saku orang. Keringat dingin malah membasahi baju. Saya gagal jadi pencopet.

Dan begitu saya melihat orang-orang belanja di toko, saya melihat Ibu memasukkan dompet ke kantong plastik. Maka saya ikuti Ibu. Di atas jembatan penyeberangan, saya pura-pura menabrak Ibu dan cepat mengambil dompet. Saya gembira ketika mendapatkan uang 300 ribu lebih.

Saya segera mendatangi Emak dan mengajaknya ke dokter. Tapi Ibu…, Emak malah menatap saya tajam. Dia menanyakan, dari mana saya dapat uang. Saya sebenarnya ingin mengatakan bahwa itu tabungan saya, atau meminjam dari teman. Tapi saya tidak bisa berbohong. Saya mengatakan sejujurnya, Emak mengalihkan pandangannya begitu saya selesai bercerita.

Di pipi keriputnya mengalir butir-butir air. Emak menangis. Ibu…, tidak pernah saya merasakan kebingungan seperti ini. Saya ingin berteriak. Sekeras-kerasnya. Sepuas-puasnya. Dengan uang 300 ribu lebih sebenarnya saya bisa makan-makan, mabuk, hura-hura. Tidak apa saya jadi pencuri. Tidak perduli dengan Ibu, dengan orang-orang yang kehilangan. Karena orang-orang pun tidak perduli kepada saya. Tapi saya tidak bisa melakukannya. Saya harus mengembalikan dompet Ibu. Maaf.”

—–

Surat tanpa tanda tangan itu berulang kali saya baca. Berhari-hari saya mencari-cari anak muda yang bingung dan gelisah itu. Di setiap stopan tempat puluhan anak-anak berdagang dan mengamen. Dalam bus-bus kota. Di taman-taman. Tapi anak muda itu tidak pernah kelihatan lagi. Siapapun yang berada di stopan, tidak mengenal anak muda itu ketika saya menanyakannya.

Lelah mencari, di bawah pohon rindang, saya membaca dan membaca lagi surat dari pencopet itu. Surat sederhana itu membuat saya tidak tenang. Ada sesuatu yang mempengaruhi pikiran dan perasaan saya. Saya tidak lagi silau dengan segala kemewahan. Ketika Kang Yayan membawa hadiah-hadiah istimewa sepulang kunjungannya ke luar kota, saya tidak segembira biasanya.Saya malah mengusulkan oleh-oleh yang biasa saja.

Kang Yayan dan kedua anak saya mungkin aneh dengan sikap saya akhir-akhir ini. Tapi mau bagaimana, hati saya tidak bisa lagi menikmati kemewahan. Tidak ada lagi keinginan saya untuk makan di tempat-tempat yang harganya ratusan ribu sekali makan, baju-baju merk terkenal seharga jutaan, dan sebagainya.

Saya menolaknya meski Kang Yayan bilang tidak apa sekali-sekali. Saat saya ulang tahun, Kang Yayan menawarkan untuk merayakan di mana saja. Tapi saya ingin memasak di rumah, membuat makanan, dengan tangan saya sendiri. Dan siangnya, dengan dibantu Bi Nia, lebih seratus bungkus nasi saya bikin. Diantar Kang Yayan dan kedua anak saya, nasi-nasi bungkus dibagikan kepada para pengemis, para pedagang asongan dan pengamen yang banyak di setiap stopan.

Di stopan terakhir yang kami kunjungi, saya mengajak Kang Yayan dan kedua anak saya untuk makan bersama. Diam-diam air mata mengalir dimata saya.

Yuni menghampiri saya dan bilang, “Mama, saya bangga jadi anak Mama.” Dan saya ingin menjadi Mama bagi ribuan anak-anak lainnya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Point of View

Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta. Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur. Si pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan." Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si pemuda. "Oh... saya mau ke Jakarta terus "connecting flight" ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua",jawab ibu itu." Wouw... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak.

Pemuda itu merenung. Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya." Kalau saya tidak salah ,anak yang di Singapore tadi , putra yang kedua ya bu??Bagaimana dengan kakak adik-adik nya??"" Oh ya tentu " si Ibu bercerita :"Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang.""

Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak-anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh. " Terus bagaimana dengan anak pertama ibu ??"Sambil menghela napas panjang, ibu itu menjawab, " anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak". Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar."

Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu..... kalau ibu agak kecewa ya dengan anak pertama ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani "??

Do you want to know the answer??????...

Please scroll....

.

.

.

.

...Please scroll

.

.

.

........Dengan tersenyum ibu itu menjawab,
" Ooo ...tidak tidak begitu nak....Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"

Today's lesson : Everybody in the world is important. Open your eyes. ...your heart....your mind....your point of view because we can't make summary before reading "the book "completely.A wise man said...The more important thing is not WHO YOU ARE But WHAT YOU HAVE DONE

Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup

“Your successes and happiness are forgiven you only if you generously consent to share them. – Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain.” Albert Camus
Untuk dapat sekedar hidup, mungkin kita tidak perlu bersusah payah mencari peluang ataupun memikirkan bagaimana meningkatkan kualitas dan manfaat diri kita. Namun sebagai mahluk yang paling spesial diantara mahluk ciptaan Tuhan YME, kita berkewajiban untuk mendapatkan kehidupan yang berarti. Kita harus berupaya semaksimal mungkin. Sebuah pepatah bijak menyebutkan, “Find a meaningful need and fill it better than anyone else. – Kejarlah sesuatu yang bermakna, dan gunakanlah setiap peluang yang ada secara lebih baik dari siapapun.”
Ada beberapa langkah untuk menjadikan kehidupan kita menjadi lebih berarti. Langkah pertama adalah memperbesar kemauan untuk belajar. Manusia mempunyai pikiran yang luar biasa, maka gunakan pikiran tersebut untuk belajar menciptakan kemajuan-kemajuan dalam hidup. Kita dapat belajar dari berbagai hal, diantaranya adalah belajar kepada pengalaman hidup, kegagalan, kejadian sehari-hari, orang lain dan sebagainya. Maka tingkatkan terus kemauan belajar.
Langkah kedua supaya kehidupan kita lebih berati adalah mencoba melakukan sesuatu agar lebih dekat dengan impian yang diidamkan. Bekerjalah lebih keras, lebih aktif atau produktif. Langkah ini sangat efektif dalam meningkatkan kemungkinan mendapatkan uang, kekayaan atau segala sesuatu yang berharga bagi manusia.
Satu hal yang patut dijadikan pedoman bahwasanya kerja keras itu bukan semata-mata mengejar 5 P, yaitu power (kekuasaan), position (posisi), pleasure (kesenangan), prestige (kewibawaan) dan prosperity (kekayaan). Setiap usaha yang hanya berorientasi kepada lima hal tersebut memang menjamin kesuksesan atau bahkan hasil yang melimpahruah, tetapi tidak menjamin sebuah akhir yang menyenangkan. Contohnya adalah sebuah fakta tentang delapan orang miliarder di Amerika Serikat yang berkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Illionis pada tahun 1923. Mereka adalah orang-orang yang sangat sukses, tetapi mengalami nasib tragis 25 tahun kemudian.
Salah seorang diantara mereka adalah Charles Schwab, CEO perusahaan besi baja ternama pada waktu itu, yaitu Bethlehem Steel. Tetapi Charles Schwab mengalami kebangkrutan total. Sehingga ia terpaksa berhutang untuk membiayai hidupnya selama 5 tahun sebelum meninggal. Yang kedua adalah Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Namun pria ini ternyata menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing. Orang ketiga adalah Jesse Livermore, raja saham “The Great Bear” di Wall Street. Tetapi Jesse mati bunuh diri.
Orang ke empat adalah “The Match King”, Ivar Krueger, CEO perusahaan hak cipta, yang juga mati bunuh diri. Begitu juga dengan Leon Fraser, Chairman of Bank of International Settlement, ia mati bunuh diri. Yang keenam adalah Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Tetapi ia sakit jiwa dan dirawat di rumah sakit jiwahingga akhir hidupnya. Arthur Cutton sebelumnya adalah pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, tetapi ia meninggal di negri orang lain. Sedangkan Albert Fall, waktu itu ia adalah anggota kabinet presidenAmerika Serikat. Namun ia meninggal di rumahnya di Texas ketika baru saja keluar dari penjara.
Di dunia ini tidak sedikit orang yang semula sangat sukses, tetapi merana di tahun-tahun terakhir kehidupan mereka. Kehidupan mereka seakan-akan tidak berarti meskipun sebelumnya sangat kaya raya. Upaya terbaik memang dapat menghasilkan kesuksesan besar, tetapi bukan berarti merupakan jaminan sebuah akhir kehidupan sebagai manusia yang penuh arti.
Karena itu langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah mengimbangi kerja keras dengan berbuat kebaikan. Seorang penulis pada abad 20-an yang berkebangsaan Perancis, AndrĂ© Gide, mendefinisikan kebaikan itu sebagai berikut; “True kindness presupposes the faculty of imagining as one’s own the suffering and joys of others. –Kebaikan yang sesungguhnya adalah kemampuan merasakan penderitaan maupun kebahagiaan orang lain.”
Kerja keras yang diimbangi dengan berbuat kebaikan akan menghasilkan semangat yang tinggi untuk mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan. Hal itu terdorong oleh keinginan untuk dapat berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Pada akhirnya kebaikan tersebut berpengaruh positif terhadap semangat hidup, motivasi, dan kemajuansikap dan ekonomi. James Allen, penulis buku berjudul As a Man Thinketh mengatakan, “Pemikiran serta perbuatan baik tidak mungkin mendatangkan hasil yang buruk; pemikiran dan perbuatan buruk tidakmungkin mendatangkan hasil baik.”
Dengan belajar, bekerja keras dan berbuat kebaikan maka kita akan dapat menciptakan kehidupan yang jauh lebih berarti. Langkah-langkah sebagaimana dijelaskan diatas terbukti juga sangat efektif menjadikan kesan positif tentang diri kita tidak mudah dilupakan orang. Saya meyakini bahwa kita masih mempunyai banyak kesempatan dan potensi untuk mendapatkan kehidupan berharga itu dimanapun dan apapun pekerjaan kita.
Sumber: Make A Life, Not Merely A Living - Ciptakan Kehidupan, Bukan Sekedar Hidup oleh Andrew Ho.

Rabu, Februari 04, 2009

Puisi Anak-anak Kelas 3 SMA

kami anak - anak kelas tiga

kami paling senior di sekolah

kami sudah belajar lebih banyak

daripada anak - anak kelas satu dan dua

kami tahu lebih banyak

tentang seluk beluk sekolah

kami jauh lebih dihafal

oleh para guru - guru

tapi kami juga anak - anak kelas tiga

yang sebentar lagi akan berpisah dengan semuanya

kami akan berpisah dengan teman - teman

yang telah tiga tahun mengisi kehidupan kami

kami akan berpisah dengan guru - guru

yang tanpa terasa telah menjadi orang tua kami di sekolah

kamilah anak - anak kelas tiga

yang akan mengucapkan selamat tinggal

pada ruang kelas, kantin, labolatrium, dan perpustakaan

dan pada semua kenangan

yang tersimpan di sana

kami anak - anak kelas tiga inilah

yang akan tertawa melihat pengumuman kelulusan

tersenyum saat menerima buku tahunan

dan menangis di malam perpisahan

kami akan menghadapi masa depan kami dalam hitungan hari

dan menuju dunia baru yang belum pernah kami masuki

dan kami inilah yang akan berjuang untuk membuktikan

bahwa kami, anak - anak kelas tiga

akan meraih cita - cita kami


November 10th, 2007 by destantia