Kamis, Maret 12, 2009

Percayalah, Anda Sungguh Bernilai

Setiap manusia pasti memiliki nilai lebih dalam dirinya
Saya baru saja mendengarkan kembali audio CD rekaman seminar motivasi yang saya miliki. Ada satu topik menarik yang ada di dalam cd tersebut dan ingin saya angkat dalam posting kali ini yaitu mengenai nilai lebih (added value) dalam diri Anda.
Bicara soal nilai… ada sebuah ilustrasi menarik yang mungkin bisa memberikan gambaran tentang arti sebuah nilai dalam diri manusia.
Rekan-rekan, coba keluarkan uang kertas Anda yang nilainya 100 ribu rupiah (saya beri Anda waktu 2 menit untuk mengambilnya sekarang juga). Kemudian Anda remas uang tersebut hingga kusut dan injak-injak sekarang juga. Kalau perlu buat uang tersebut menjadi kotor (diinjak-injak di tanah).
Pertanyaan saya untuk Anda, berapakah nilai uang itu sekarang? MASIH TETAP 100 RIBU RUPIAH.
Nah, sekarang ambil uang kertas dengan nominal 1000 rupiah. Bersihkan uang tersebut, bisa Anda cuci atau sebagainya kemudian setrika biar rapi dan nampak baru. Kalau perlu Anda berikan pigura disana.
Pertanyaan saya untuk Anda, berapakah nilai uang yang bagus dan berada di pigura itu? MASIH TETAP 1000 RUPIAH.
Itulah gambaran nilai dalam diri seseorang. Masalahnya nilai diri yang Anda yakini sekarang yang mana? Apakah yang begitu bernilai ataukah yang tidak bernilai sama sekali?
Seringkali saudara-saudara kita yang hidup dalam keterpurukan ekonomi sebenarnya tidak lain karena mereka tidak menyadari bahwasanya mereka punya nilai lebih dalam diri mereka. Hanya saja mereka tidak mempercayai itu dan tidak berusaha menemukannya dan mengubahnya menjadi suatu daya dorong yang luar biasa. Akibatnya, untuk berubah terasa sangat sulit. Padahal untuk mendapatkan hasil yang berbeda, kita harus mau merubah cara kita bertindak, termasuk di dalamnya cara kita berpikir tentang siapa diri kita sebenarnya.
Biar lebih mudah memahaminya saya berikan kisah nyata tentang kawan saya, Adi Wardana. Kenapa saya memilih dia sebagai contoh? Karena Adi mampu menunjukkan perubahan drastis 180 derajat dalam hidupnya.
Kisah dimulai pada saat saya masih aktif menjalankan network marketing. Pada waktu itu, saya sudah memiliki beberapa leader di jaringan saya. Namun demikian, saya merasa masih memerlukan satu team leader lagi untuk mendongkrak omzet.
Sebelumnya saya teringat pesan dari upline, “Kalau mau mencari leader yang tangguh, jangan under estimate (memandang rendah) ataupun over estimate (memandang berlebihan) terhadap seseorang. Lakukan saja prosedurnya dan biarkan alam yang menyeleksi siapa yang pantas menjadi leader besar di grupmu. Karena pada dasarnya semua orang bisa menjadi top leader, hanya seberapa besar dia mau berubah itu yang akan menentukan.”
Entah kenapa tiba-tiba saya teringat pada sosok Adi Wardana. Dia adalah teman satu angkatan dan satu jurusan di kampus. Pada awal mulanya, Adi bukan siapa-siapa di kampus. Tidak banyak yang memperhatikannya. Bisa dikatakan kurang diperhitungkan di jajaran “elite kampus”. Namun saya melihat ada satu nilai lebih dalam dirinya yang mungkin tidak dia sadari. Dia adalah calon pemimpin besar.
Ketika saya mengajaknya bergabung menjadi team bisnis saya dan berubah, awalnya dia menolak. Namun karena saya ngotot dan sedikit memaksa, akhirnya bergabung juga entah kenapa. Mungkin salah satunya karena kasihan dengan saya, hahaha…
Setelah bergabung, saya kemudian berusaha memberikan edukasi tentang sistem bisnis yang lebih mendalam sekaligus upaya pengembangan diri yang mutlak harus dilakukan untuk menjadi sukses. Dalam hal ini metode yang saya gunakan adalah hanya menunjukkan jalan kepadanya. Selebihnya dia lah yang akan menentukan seberapa sukses dalam kehidupannya.
Dalam proses perubahan dan mengembangkan diri, saya berusaha meyakinkan Adi bahwa dia sebenarnya setiap manusia memiliki suatu nilai diri yang lebih dibandingkan orang lain. Kita hanya perlu menemukannya dan menjadikannya kekuatan untuk sukses.
Entah momen apa, saya kurang tahu yang jelas Adi sudah mulai menyadari bahwa benar adanya dia memiliki nilai lebih tersebut. Adi mulai yakin bahwa dia terlahir untuk menjadi pemimpin besar dan orang sukses. Dia sadar bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini.
Akhirnya berangkat dari penemuan akan nilai lebih dalam dirinya (nilai sebagai seorang pemimpin besar), maka dia mulai menunjukkan eksistensinya. Bukan dengan kata-kata melainkan dengan tindakan nyata. Perlahan tapi pasti Adi mulai mengembangkan kepribadiannya menjadi sosok pemimpin. Mulai dari pola pikir, sikap, dll.
Awal mula berubah sikap dan penampilan, banyak teman-teman jurusan yang memandang aneh dan sebelah mata. Mungkin yang ada di hadapan mereka, Adi tetaplah Adi, bukan siapa-siapa. Namun di mata saya, Adi adalah bom waktu yang siap meledak. Ketika dia mulai menyadari nilai lebih yang ada di dalam dirinya, maka saat itu hitungan mundur dimulai.
Sebagai rekan tim bisnisnya, saya hanya bisa memberikan semangat untuk tetap konsisten dalam perubahannya. Jangan termakan omongan orang, karena justru di mata saya kini Adi lebih bernilai dari pada teman-teman saya yang kerjaannya hanya cangkruk tanpa memiliki visi masa depan yang jelas.
Apa yang terjadi? Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata. Grup yang dibina olehnya meledak ngga karuan. Jaringan bisnisnya tersebar begitu cepat dengan pertumbuhan omzet yang tidak bisa dibendung. Saya kaget. Karena leader-leader lain di grup bisnis saya yang sejak awal diprediksi menghasilkan omzet malah melempem. Justru Adi, new leader malah bisa menghasilkan banyak.
Adi berubah jauh. Yang sekarang bukanlah Adi yang dulu. Adi yang sekarang lebih disegani dan dihormati. Bahkan dia pernah akan dinominasikan sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa di jurusan kami. Adi sudah menemukan bahwa dirinya adalah berlian yang tertanam dan tertutup oleh debu. Hanya dibutuhkan beberapa upaya untuk membersihkan dan menjadikannya cemerlang kembali dan memiliki harga jual yang tinggi.
Sekarang, Adi juga menekuni profesi yang sama dengan saya, terjun di bisnis online. Dan saya dengar penghasilannya bahkan melebihi penghasilan saya. Salut untuk dia!
Sesungguhnya, Allah menciptakan manusia dalam kesempurnaan. Mungkin ada sebagian yang merasa kurang dari segi fisik. Namun percayalah, selalu ada nilai lebih yang diberikan Allah kepada kita. Tertanam jauh di dalam diri kita sejak kita lahir. Berusahalah untuk menyadari dan menemukannya.
Nah, rekan-rekan… coba pikirkan dan renungkan kembali. Kira-kira seberapa bernilai diri Anda. Sudahkah Anda memandang diri Anda sebagai sosok yang berharga dan layak menerima penghargaan?
Saya persilahkan kepada rekan-rekan yang ingin berbagi dan sharing bagaimana Anda menemukan nilai lebih dalam diri Anda dan menjadikan sebagai bahan bakar untuk yang berujung pada perubahan luar biasa dalam hidup Anda, sebagaimana kawan saya ADI WARDANA.
Salam Sukses,

Bagaimana Keyakinan Membawa Kesuksesan


Mulailah dengan keyakinan maka Anda akan sukses


Beberapa waktu yang lalu, sahabat saya Mas Fadly Muin memposting sebuah artikel yang sangat menarik tentang masalah keyakinan. Artikel tersebut mengingatkan saya pada sebuah posting lama di http://motivasiarief.blogspot.com/ yang sudah saya offkan sejak tanggal 3 Desember silam.


Kali ini saya ingin mengulas kembali sekaligus menjadi kelanjutan dari artikel yang pernah dituliskan mas Fadly. Disini saya akan menuliskan bagaimana cara kerja sebuah keyakinan hingga bisa mengantarkan Anda ke gerbang kesuksesan.


Rekan-rekan, hampir di setiap seminar bisnis ataupun motivasi salah satu muatan materinya adalah masalah keyakinan. Para pembicara yang notabene juga pelaku selalu menyiratkan bahwa untuk sukses kita harus melangkah dengan mantap dan yakin sejak awal. Bila ada keraguan, maka itu adalah celah Anda untuk gagal.


Bicara soal cara kerja keyakinan, paling gampang menggambarkannya adalah dengan dua lingkaran. Yang satu lingkaran malaikat dan yang satu lagi adalah lingkaran setan. Seperti apa gambaran keduanya, yuk kita bahas satu persatu!


LINGKARAN SETAN


Lingkaran setan adalah sebuah lingkaran maut / siklus berulang yang akan mengantarkan Anda kepada kegagalan, apapun usaha yang sedang Anda lakukan saat ini. Dan lingkaran setan dimulai sejak awal Anda melangkahkan kaki dengan keTIDAK-YAKINan.


Contoh realnya sebagai berikut : Rudi sudah melihat sebuah peluang yang amat menjanjikan di bisnis online. Namun dirinya masih diliputi keraguan apakah nantinya setelah menekuni bisnis online ia bisa sukses atau tidak.

Akhirnya Rudi pun memutuskan untuk mencoba menekuni bisnis online. Sayangnya dia berangkat tidak dengan keyakinan penuh bahwa dirinya bisa sukses di bisnis online. Yah, sekedar coba-coba siapa tahu cocok dan sukses.

Karena cuma coba-coba akhirnya Rudi pun menjalaninya tidak dengan sepenuh hati (tidak terlalu yakin bisa sukses). Hukum alam berlaku, apa yang kita kerjakan setengah-setengah hasilnya pun akan setengah-setengah.

Akhirnya Rudi pun mendapatkan hasil. Namun jumlahnya kecil dan itu pun diperoleh dalam waktu yang amat lama, tidak seperti yang ia harapkan. Akhirnya keyakinan Rudi untuk sukses di bisnis online pun semakin kecil. Seiring dengan itu, usahanya juga semakin malas untuk mengembangkan bisnisnya. Lama kelamaan, ia pun tidak memperoleh hasil.

Dan sebagai penutup, sebagaimana para pecundang gagal lainnya ia berkata, ”BISNIS INI TIDAK COCOK UNTUK SAYA.”

LINGKARAN MALAIKAT

Lain halnya lingkaran setan, lingkaran malaikat berupa siklus berulang yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Contoh nyata terjadi dalam diri saya sendiri. Dulu ketika browsing mencari bisnis yang mudah dilakukan di internet, bertemulah saya dengan Panduan SMUO milik mas Joko Susilo. Dari sana saya melihat bahwa internet bisa menjadi ladang bisnis yang luar biasa.

Saya memulainya dengan kondisi tidak tahu apa itu bisnis online. Jangankan bisnis yang besar, blog monetizing saja saya ngga tahu. Tapi saya punya keyakinan besar bahwa saya bisa sukses dengan perantara bisnis online.

Akhirnya panduan itu saya beli. Dan saya coba praktekkan. Karena belum mengerti cara membuat produk, saya pun menjalankan affiliate sistemnya (reseller). Jadi sambil belajar buat produk juga menjalankan reseller sistemnya.

Saya start awal bulan Mei 2008, dan baru bisa menjual pertama kali adalah akhir bulan Agustus 2008. Jadi hampir 3 bulanan saya tidak mendapatkan hasil apa-apa dari semua usaha yang sudah dilakukan. Kenapa saya tetap bisa bertahan, karena saya punya keyakinan bahwa saya bisa sukses dan ini semua adalah tahapan proses yang mesti saya jalani.

Ingat, saya memulainya dari kondisi zero of skill. Yang saya bawa hanya impian sukses dan keyakinan bahwa internet marketing adalah jalan untuk menggapai itu semua.

Lingkaran malaikat mulai bekerja sejak penjualan pertama terjadi. Walau hasilnya tidak seberapa itu membuat keyakinan saya bertambah dan keseriusan saya menekuni bisnis online pun bertambah pula. Hasil tentu semakin besar seiring dengan usaha yang dilakukan dengan semangat dan dengan keyakinan penuh. Hingga dalam satu bulan saya bisa menembus 1 juta pertama di dari bisnis online.

Setelah itu, produk pertama yang mengungkap cara mendapatkan 1 juta pertama di atas jadi (beta version). Karena baru tahap belajar ya saya jadikan bonus untuk para pembeli link affiliate saya. Hasilnya penjualan beruntun kembali terjadi. Dan produk itu sekarang sudah update yang ketiga (rencana mau saya update lagi). Total hingga artikel ini dimuat, saya sudah mendapatkan hasil hampir 8 jutaan (kurang 100ribuan) dari bisnis online.

Intinya, hati-hati dengan keyakinan Anda saat memulai sebuah usaha, apapun itu macamnya. Karena yaitu tadi, lingkaran malaikat / setan akan bekerja otomatis tanpa Anda sadari. Jika lingkaran setan yang menang, maka bisa dipastikan masa depan sukses Anda hanya tinggal diangan-angan.

Ketidaktahuan ataupun ketidakbisaan atas suatu kemampuan teknis bukan alasan Anda gagal. Karena itu semua bisa dipelajari seiring dengan perjalanan sukses Anda. Yang terpenting, pegang teguh visi / dream sukses Anda dan melangkahlah dengan penuh keyakinan sejak langkah pertama. Dan jangan lewatkan satu peluang pun, karena peluang bagus biasanya tidak akan datang dua kali!

Saya tunggu Anda di puncak kesuksesan!
Salam sukses,
Adapted from:ariefmaulana.com

Kamis, Maret 05, 2009

SISTEM BELAJAR MURDER

Ada salah satu tip dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif
dan efisien. Sistem belajar ini dikenal dengan "MURDER", yang terdiri dari
Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, dan Review. Perincian sistem
belajar "MURDER" ini, yang diadaptasi dari buku The Complete Problem Solver
oleh Bob Nelson, adalah sebagai berikut:

Mood - Suasana Hati:
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan
menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.

Understand - Pemahaman:
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit.
Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk
unit itu.

Recall - Ulang:
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan
kata-kata yang kamu buat SENDIRI.

Digest - Telaah:
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI
keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks
atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.

Expand - Kembangkan:
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah
kamu pelajari:
• Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut,
pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
• Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam
hal yang saya sukai?
• Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan
mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?

Review - Pelajari Kembali:
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang
telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan
strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.

Materi diadaptasi dari:
Landsberger, Joe. The MURDER Study System

PENGATURAN JADWAL BELAJAR EFEKTIF

Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat
mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu
dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:

~ Perhatikan waktumu.
~ Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
~ Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
~ Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat
membantu untuk:

Pertama, Membuat daftar "Kerjaan". Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan,
kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti,
apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.
Kedua, Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan
pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama
sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk
menyambut besok.
Ketiga, Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan
sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini
juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih
nyaman.
Rencana Jadwal Belajar Efektif:
• Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
• Prioritaskan tugas-tugas.
• Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
• Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas.
Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24
jam tanpa review.
• Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
• Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
• Rencanakan juga "deadline".
• Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
• Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
• Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Materi diadaptasi dari:
Landsberger, Joe. Managing Time

BERPIKIR KRITIS


Berpikir Kritis adalah "ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah kita
sebaiknya menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan, dan
tingkat kepercayaan dengan mana kita menerima atau menolaknya."
dari Critical Thinking oleh Moore dan Parker

STRATEGI MEMBACA KRITIS

Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada dirimu sendiri:
• Apa topiknya?
• Kesimpulan apa yang diambil oleh penulis tentang topik tersebut?
• Alasan-alasan apa yang dikemukan penulis yang membuatnya percaya?
o Hati-hati dengan alasan yang tidak obyektif (misalnya: alasan kasihan,
ketakutan, penyalahgunaan statisktik, dll) yang dapat menipu pembaca.
• Apakah penulis menggunakan fakta atau opini?
o Fakta dapat dibuktikan.
o Opini tidak dapat dibuktikan dan mungkin tidak memiliki dasar yang kuat.
• Apakah penulis menggunakan kata-kata netral atau emosional?
o Pembaca kritis melihat di balik kata-kata untuk mengetahui apakah alasanalasannya
jelas.

Karakteristik Pemikir Kritis

• Mereka jujur terhadap diri sendiri.
• Mereka melawan manipulasi.
• Mereka mengatasi kebingungan.
• Mereka bertanya.
• Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti.
• Mereka mencari hubungan antar topik.
• Mereka bebas secara intelektual.

Materi diadaptasi dari:
Ruggiero, Vincent Ryan. Critical Thinking

Beranilah Bermimpi

Pada acara malam Silaturahmi di kantor kami, ada salah satu mantan pekerja yang memberi kata sambutan mewakili pekerja yang sudah memasuki masa pensiun, dengan tegasnya beliau mengatakan bahwa :"Uang pensiun yang diterima tak lebih 20% dari upah yang dulu pernah diterima pada saat bekerja, jadi kita pada saat pensiun janganlah berpikir bisa keliling dunia, tapi berpikirlah cukup bisa memenuhi biaya hidup sehari-hari aja "Serangkaian Kata yang mengingatkan kami bahwa suatu saat nanti pendapatan kami akan merosot tajam, kata-kata yang membuat kami merenungi kembali pengeluaran apa saja yang telah dilakukan dan pos-pos mana saja yang bisa dihemat. Kata-kata tersebut bagi sebagian besar dari kami bisa membuat kami patah semangat... apa iya kita tidak bisa berekreasi? Apa iya kita nantinya hanya memikirkan makan aja sudah cukup? Bagi sebagian kami yang lain pertanyaan itu yang mengelitik dan akhirnya menetapkan dalam hati bahwa kami masih bisa berpikir dan berbuat lebih dari itu.Seperti yang pernah Bpk. Andriewongso katakan disalah satu seminar, bahwa kita harus berani mempunyai keinginan, berani mempunyai Impian dan cita-cita. Kenyataan yang ada belum tentu sama untuk kenyataan dimasa yang akan datang, kenyataan bisa kita rubah, bukankah dalam kitab suci Al Qur’an dikatakan bahwa Allah tidak akan merubah nasib seseorang sampai orang tersebut berusaha untuk merubahnya.Beranilah bermimpi, beranilah mempunyai keinginan, tetapi keberanian itu bukan hanya berani didalam hati saja tetapi juga dituangkan dalam AKSI , jadi Motivasi + Aksi. Tetapkan dulu keinginan , apakah kita ingin mempunyai pendapatan tambahan selain pendapatan yang ada saat ini? Apakah kita ingin mempunyai usaha yang bisa dijalankan bersama keluarga? Apakah kita ingin menjadi penulis artikel yang dikirimkan ke media masa? Atau kita ingin berhemat dan membeli property yang bisa disewakan? Masih banyak keinginan yang bisa dituangkan. Setelah itu kita mulai melakukan tindakan yang sesuai dengan arah dari tujuan yang ingin dicapai, tindakan yang dilakukan dengan sepenuh hati, sekuat tenaga.Seperti seorang pelari yang mengikuti lomba lari 100m, dia tidak hanya berlari dengan lari-lari kecil, tetapi dia berlari dengan sekuat tenaga sesuai dengan hasil latihan yang dilakukannya selama ini. Dia tidak bisa melakukan hal tersebut dengan pikiran yang penting lari, syukur-syukur bisa sampai ke garis finis, syukur-syukur bisa menang. Tidak !!! dia melakukan dengan ketetapan tindakan yang LUAR BIASA, karena jika hal itu tidak dilakukan, maka dia bisa sampai ke garis finis dengan waktu yang tidak lagi berada dalam range waktu yang dipersiapkan. Bukankah kita juga dibatasi dengan waktu yang ditentukan oleh Tuhan?Apakah kita mempunyai keinginan? Apa kita mempunyai motivasi? Itu yang perlu kita intip didalam hati kita sendiri. Lalu... Sudah siapkah kita berlari menuju keinginan tersebut? Ya... Pasti... Pasti kita mempunyai impian yang LUAR BIASA dan melakukan aksi yang LUAR BIASA.SALAM LUAR BIASA.Oleh : Sulikah

Berapa Lama Kita dikubur

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet. Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yani berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … ”Yani memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910?“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk. Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya. “Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yani sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”Ayahnya tersenyum, “Lalu?”“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yani berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas ….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.Pulang dari pemakaman, ayah Yani tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya… 42 tahun hingga sekarang… kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur …. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun?Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi?Tahankah? padahal melihat adegan preman dipukuli massa ditelevisi kemarin ia sudah tak tahan?Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnyaAllahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yani.Dihampirinya Yani yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yani terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan… Dan apa yang akan datang di depannya…“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”Sebarkan e-mail ini ke saudara-saudara Kita, mudah-mudahan bermanfaat.. .“Sebarkanlah walau hanya 1 ayat”