Sabtu, Februari 13, 2010

KETIKA AKU SEDANG MARAH

Ketika aku sedang marah aku merasakan sesuatu yang menyakitkan berada dalam hatiku. Entah sesuatu itu berwujud seperti apa. Namun, rasanya benar-benar menyakitkan. Bahkan seluruh tubuh ini ikut merasakan dahsyatnya perasaan sakit ini. Lalu apakah yang bisa aku lakukan untuk menyembuhkan rasa yang tak pernah ku harapkan ada pada diriku ini? Sungguh suatu dilema besar dalam hidup, ketika aku sedang marah. Inginku luapkan rasa marah itu, rasanya sungguh tidak normatif. Meluapkan semua rasa marah ini sejadi-jadinya bukannya malah menambah keruh suasana yang ada? Tapi jika marahku ini hanya kusimpan dalam-dalam di hati, hal ini malah akan menjadi sutu bumerang yang siap menyerang kita apabila perasaan yang sama terus-menerus dipecahkan dengan cara menyimpannya di dalam hati tanpa ada suatu tindakan apapun. Bisa jadi, ini akan menyebabkan suatu koreng yang membusuk di dalam hati.

Lantas apa yang bisa aku perbuat ketika aku sedang marah? Ini merupakan sebuah pertanyaan besar yang sampai saat ini belum kutemukan jawabannya. Pernah aku mendengarnasihat dari seseorang, bahwa ketika kita sedang marah hendaknya kita jangan terpancing emosi untuk melakukan hal-hal yamg tidak pantas untuk dilakukan seperti misalnya memukul orang yang membuat kita marah, membanting barang di dekat kita, menangis keras-keras, dan hal negatif yang lain. Ketika kita marah hendaknya kita sabar. Apakah begitu? Ini nih yang sulit untuk di praktekkan. Bersabar ketika kita sedang dalam kondisi marah. Sabar merupakan suatu kata yang gampang untuk di ucapkan dan di ajarkan, namun sulit untuk mempraktekkan hal ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Apakah sabar dalam konteks di atas sama dengan menahan amarah? Ataukah memendam amarah? Atau malah membuang marah? 

Jika sabar diartikan sebagai menahan amarah, apakah hal ini bisa dikatakan benar? Kalo menurutku sih, kalo sabar diartikan sebagai menahan amarah buaknlah suatu pernyataan yang tepat. Seperti aku katakan di atas, menahan amarah bukanlah suatu hal yang mengenakkan hati, tapi sebaliknya. Kita justru akan rugi atau mendapatkan efek negatif bila kita menahan marah kita. Lalu, jika sabar dikatakan sebagai memendam amarah bagaimana kebenarannya? Apalagi ini, sabar diartikan sebagai memendam amarah malah merupakan suatu pernyataan yang lebih tidak tepat lagi. Menahan marah saja nggak enak, apalagi memendamnya. Oh, berarti sabar bisa diartikan sebagai membuang amarah? Benarkah itu? Tunggu dulu, hal ini mungkin logis dipikiran kita jika sabar diartikan sebagai membuang rasa marah kita. Tapi, “membuang”disini tidak bisa sekadar diartikan sebagai membuang begitu saja, tetapi masih meninggalkan bekas di hati kita. Sabar harus diartikan sebagai membuang rasa marah dan diibaratkan sekalian dibakar saja perasaan marah tersebut sehingga tidak menimbulkan bekasnya. 

Memang keliatannya perfect sekali jika kita bersabar ketika kita sedang marah. Wah rasanya pengen banget aku bisa seperti itu. Kalo begitu, ayo berusaha untuk melakukan hal tersebut. Selain itu aku juga pernah mendengar nasehat yaitu apabila kita sedang marah kita hendaknya melakukan 3 hal, yaitu jika kita marah dalam keadaan berdiri maka duduklah, jika masih belum bisa reda maka berbaringlah, dan apabila masih belum reda juga maka berwudhulah. Karena pada hakikatnya ketika kita sedang marah berarti kita sedang dikuasai oleh setan. Maka dari itu kita hendaknya melakukan ketiga hal di atas ketika sedang marah untuk melepaskan diri dari genggaman setan. 

Memang benar nasihat di atas. Kita bisa mencoba nasihat di atas ketika marah. Karena itu merupakan nasihat dari Rasulullah Muhammad SAW. Mari berusaha bersama-sama.

GJ ( Gak Jelas)

10 Februari 2010

Hari ini seperti biasa kuawali hariku dengan olah raga pagi di alun-alun Kebumen tercinta. Memang benar kata orang-orang kalau kita rajin berolahraga pasti tubuh kita akan menjadi sehat. Hal ini kurasakan sendiri saat akhir-akhir ini aku rajin berolahraga pagi. Badan ini terasa lebih enak. Lebih ringan untuk beraktivitas seharian penuh. 

Namun hari ini ada satu peristiwa yang memberiku suatu pelajaran berharga. Suatu peristiwa yang tidak kuharapkan terjadi padaku. Kalau dari sudut pandangku, peristiwa ini disebabkan oleh salah seorang temanku yang berinisial F. Pagi ini setelah berolahraga, aku kedatangan temanku yang bernama F. Dia mengajakku untuk pergi ke SMA kami dulu, SMA N 1 Kebumen. Kutanyakann maksud dia mengajakku kesana untuk apa. Menurutku, jawabannya kurang menarik hatiku untuk memenuhi ajakannya. Dia mengatakan bahwa dulu pernah melihat kakak kelas yang sudah kuliah main ke SMA. Waktu itu kami berdua masih SMA. Saat itu kami bergumam, “Kapan ya kita bisa seperti mereka”. Wajar saja kami berucap begitu, karena saat itu kami belum juga mendapatkan tempat kuliah di saat teman-teman yang lain telah mendapatkannya.

Ternyata Fberbisik pada hatinya bahwa suatu saat ketika dia telah kuliah, dia akan main ke SMA untuk bernostalgia kenangan ini. Saat itu aku menolak ajakannya karena kami GJ (Gak Jelas) nantinya di SMA. Tapi Fmemiliki jurus rayuan yang begitu hebat sehingga bisa membalikkan hatiku untuk ikut main bersamanya ke SMA. 

Akhirnya aku, F, dan dua orang temanku yang lain si A dan I pergi bersama ke SMA. Dari awal keberangkatan sudah GJ, batinku dalam hati mengatakan bahwa nanti bakalan tambah GJ. Rencananya setelah main ke SMA kami akan Hot Spot-an dan dilanjutkan silaturahmi ke rumah salah seorang guru BK kami di SMA.

Benar, ternyata firasatku akhirnya terjadi juga. Seharian ini penuh dengan ke-GJ an. Betapa tidak, selama 12 jam kami menghabiskan waktu tanpa menghasilkan manfaat. Pertama, seperti tujuan awal kami pergi ke SMA. Disana hanya main ke Kantin untuk jajan. Kedua, kami pergi ke masjid agung Kebumen untuk sholat dhuhur, setelah sholat kami malah ngobrol-ngobrol GJ. Parahnya lagi si Fpergi gak jelas entah kemana dan aku, I, dan Amalah disuruh untuk menunggunya. Si Fpun tidak mengatakan dengan jelas kemana dia mau pergi dan untuk apa. Benar-benar GJ lah.

Kurang lebih setengah jam kami bertiga menunggu si Ftanpa suatu kejelasan. Dia sempat kembali menghampiri kami beberapa saat, tetapi kemudian dia kembali pergi dengan ketidakjelasan. Akhirnya rencana ketiga kami untuk Hot Spot-an pun gagal. Rencana keempat lebih GJ lagi, kami akhirnya pergi ke rumah guru BK kami untuk sekedar melepas rindu. Si Fkembali berulah, dia kabur lagi entah kemana. Yang ini lebih parah, kami bertiga ditinggal hampir satu setengah jam. Sampai akhirnya dia kembali, kami berempat ngobrol-ngobrol bareng pak guru sampai jam 23.00 WIB aku baru pulang ke rumah. Benar-benar hari yang GJ (Gak Jelas) bagiku.

Kamis, Maret 12, 2009

Percayalah, Anda Sungguh Bernilai

Setiap manusia pasti memiliki nilai lebih dalam dirinya
Saya baru saja mendengarkan kembali audio CD rekaman seminar motivasi yang saya miliki. Ada satu topik menarik yang ada di dalam cd tersebut dan ingin saya angkat dalam posting kali ini yaitu mengenai nilai lebih (added value) dalam diri Anda.
Bicara soal nilai… ada sebuah ilustrasi menarik yang mungkin bisa memberikan gambaran tentang arti sebuah nilai dalam diri manusia.
Rekan-rekan, coba keluarkan uang kertas Anda yang nilainya 100 ribu rupiah (saya beri Anda waktu 2 menit untuk mengambilnya sekarang juga). Kemudian Anda remas uang tersebut hingga kusut dan injak-injak sekarang juga. Kalau perlu buat uang tersebut menjadi kotor (diinjak-injak di tanah).
Pertanyaan saya untuk Anda, berapakah nilai uang itu sekarang? MASIH TETAP 100 RIBU RUPIAH.
Nah, sekarang ambil uang kertas dengan nominal 1000 rupiah. Bersihkan uang tersebut, bisa Anda cuci atau sebagainya kemudian setrika biar rapi dan nampak baru. Kalau perlu Anda berikan pigura disana.
Pertanyaan saya untuk Anda, berapakah nilai uang yang bagus dan berada di pigura itu? MASIH TETAP 1000 RUPIAH.
Itulah gambaran nilai dalam diri seseorang. Masalahnya nilai diri yang Anda yakini sekarang yang mana? Apakah yang begitu bernilai ataukah yang tidak bernilai sama sekali?
Seringkali saudara-saudara kita yang hidup dalam keterpurukan ekonomi sebenarnya tidak lain karena mereka tidak menyadari bahwasanya mereka punya nilai lebih dalam diri mereka. Hanya saja mereka tidak mempercayai itu dan tidak berusaha menemukannya dan mengubahnya menjadi suatu daya dorong yang luar biasa. Akibatnya, untuk berubah terasa sangat sulit. Padahal untuk mendapatkan hasil yang berbeda, kita harus mau merubah cara kita bertindak, termasuk di dalamnya cara kita berpikir tentang siapa diri kita sebenarnya.
Biar lebih mudah memahaminya saya berikan kisah nyata tentang kawan saya, Adi Wardana. Kenapa saya memilih dia sebagai contoh? Karena Adi mampu menunjukkan perubahan drastis 180 derajat dalam hidupnya.
Kisah dimulai pada saat saya masih aktif menjalankan network marketing. Pada waktu itu, saya sudah memiliki beberapa leader di jaringan saya. Namun demikian, saya merasa masih memerlukan satu team leader lagi untuk mendongkrak omzet.
Sebelumnya saya teringat pesan dari upline, “Kalau mau mencari leader yang tangguh, jangan under estimate (memandang rendah) ataupun over estimate (memandang berlebihan) terhadap seseorang. Lakukan saja prosedurnya dan biarkan alam yang menyeleksi siapa yang pantas menjadi leader besar di grupmu. Karena pada dasarnya semua orang bisa menjadi top leader, hanya seberapa besar dia mau berubah itu yang akan menentukan.”
Entah kenapa tiba-tiba saya teringat pada sosok Adi Wardana. Dia adalah teman satu angkatan dan satu jurusan di kampus. Pada awal mulanya, Adi bukan siapa-siapa di kampus. Tidak banyak yang memperhatikannya. Bisa dikatakan kurang diperhitungkan di jajaran “elite kampus”. Namun saya melihat ada satu nilai lebih dalam dirinya yang mungkin tidak dia sadari. Dia adalah calon pemimpin besar.
Ketika saya mengajaknya bergabung menjadi team bisnis saya dan berubah, awalnya dia menolak. Namun karena saya ngotot dan sedikit memaksa, akhirnya bergabung juga entah kenapa. Mungkin salah satunya karena kasihan dengan saya, hahaha…
Setelah bergabung, saya kemudian berusaha memberikan edukasi tentang sistem bisnis yang lebih mendalam sekaligus upaya pengembangan diri yang mutlak harus dilakukan untuk menjadi sukses. Dalam hal ini metode yang saya gunakan adalah hanya menunjukkan jalan kepadanya. Selebihnya dia lah yang akan menentukan seberapa sukses dalam kehidupannya.
Dalam proses perubahan dan mengembangkan diri, saya berusaha meyakinkan Adi bahwa dia sebenarnya setiap manusia memiliki suatu nilai diri yang lebih dibandingkan orang lain. Kita hanya perlu menemukannya dan menjadikannya kekuatan untuk sukses.
Entah momen apa, saya kurang tahu yang jelas Adi sudah mulai menyadari bahwa benar adanya dia memiliki nilai lebih tersebut. Adi mulai yakin bahwa dia terlahir untuk menjadi pemimpin besar dan orang sukses. Dia sadar bahwa manusia diciptakan oleh Allah untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi ini.
Akhirnya berangkat dari penemuan akan nilai lebih dalam dirinya (nilai sebagai seorang pemimpin besar), maka dia mulai menunjukkan eksistensinya. Bukan dengan kata-kata melainkan dengan tindakan nyata. Perlahan tapi pasti Adi mulai mengembangkan kepribadiannya menjadi sosok pemimpin. Mulai dari pola pikir, sikap, dll.
Awal mula berubah sikap dan penampilan, banyak teman-teman jurusan yang memandang aneh dan sebelah mata. Mungkin yang ada di hadapan mereka, Adi tetaplah Adi, bukan siapa-siapa. Namun di mata saya, Adi adalah bom waktu yang siap meledak. Ketika dia mulai menyadari nilai lebih yang ada di dalam dirinya, maka saat itu hitungan mundur dimulai.
Sebagai rekan tim bisnisnya, saya hanya bisa memberikan semangat untuk tetap konsisten dalam perubahannya. Jangan termakan omongan orang, karena justru di mata saya kini Adi lebih bernilai dari pada teman-teman saya yang kerjaannya hanya cangkruk tanpa memiliki visi masa depan yang jelas.
Apa yang terjadi? Tindakan berbicara lebih keras dari kata-kata. Grup yang dibina olehnya meledak ngga karuan. Jaringan bisnisnya tersebar begitu cepat dengan pertumbuhan omzet yang tidak bisa dibendung. Saya kaget. Karena leader-leader lain di grup bisnis saya yang sejak awal diprediksi menghasilkan omzet malah melempem. Justru Adi, new leader malah bisa menghasilkan banyak.
Adi berubah jauh. Yang sekarang bukanlah Adi yang dulu. Adi yang sekarang lebih disegani dan dihormati. Bahkan dia pernah akan dinominasikan sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa di jurusan kami. Adi sudah menemukan bahwa dirinya adalah berlian yang tertanam dan tertutup oleh debu. Hanya dibutuhkan beberapa upaya untuk membersihkan dan menjadikannya cemerlang kembali dan memiliki harga jual yang tinggi.
Sekarang, Adi juga menekuni profesi yang sama dengan saya, terjun di bisnis online. Dan saya dengar penghasilannya bahkan melebihi penghasilan saya. Salut untuk dia!
Sesungguhnya, Allah menciptakan manusia dalam kesempurnaan. Mungkin ada sebagian yang merasa kurang dari segi fisik. Namun percayalah, selalu ada nilai lebih yang diberikan Allah kepada kita. Tertanam jauh di dalam diri kita sejak kita lahir. Berusahalah untuk menyadari dan menemukannya.
Nah, rekan-rekan… coba pikirkan dan renungkan kembali. Kira-kira seberapa bernilai diri Anda. Sudahkah Anda memandang diri Anda sebagai sosok yang berharga dan layak menerima penghargaan?
Saya persilahkan kepada rekan-rekan yang ingin berbagi dan sharing bagaimana Anda menemukan nilai lebih dalam diri Anda dan menjadikan sebagai bahan bakar untuk yang berujung pada perubahan luar biasa dalam hidup Anda, sebagaimana kawan saya ADI WARDANA.
Salam Sukses,

Bagaimana Keyakinan Membawa Kesuksesan


Mulailah dengan keyakinan maka Anda akan sukses


Beberapa waktu yang lalu, sahabat saya Mas Fadly Muin memposting sebuah artikel yang sangat menarik tentang masalah keyakinan. Artikel tersebut mengingatkan saya pada sebuah posting lama di http://motivasiarief.blogspot.com/ yang sudah saya offkan sejak tanggal 3 Desember silam.


Kali ini saya ingin mengulas kembali sekaligus menjadi kelanjutan dari artikel yang pernah dituliskan mas Fadly. Disini saya akan menuliskan bagaimana cara kerja sebuah keyakinan hingga bisa mengantarkan Anda ke gerbang kesuksesan.


Rekan-rekan, hampir di setiap seminar bisnis ataupun motivasi salah satu muatan materinya adalah masalah keyakinan. Para pembicara yang notabene juga pelaku selalu menyiratkan bahwa untuk sukses kita harus melangkah dengan mantap dan yakin sejak awal. Bila ada keraguan, maka itu adalah celah Anda untuk gagal.


Bicara soal cara kerja keyakinan, paling gampang menggambarkannya adalah dengan dua lingkaran. Yang satu lingkaran malaikat dan yang satu lagi adalah lingkaran setan. Seperti apa gambaran keduanya, yuk kita bahas satu persatu!


LINGKARAN SETAN


Lingkaran setan adalah sebuah lingkaran maut / siklus berulang yang akan mengantarkan Anda kepada kegagalan, apapun usaha yang sedang Anda lakukan saat ini. Dan lingkaran setan dimulai sejak awal Anda melangkahkan kaki dengan keTIDAK-YAKINan.


Contoh realnya sebagai berikut : Rudi sudah melihat sebuah peluang yang amat menjanjikan di bisnis online. Namun dirinya masih diliputi keraguan apakah nantinya setelah menekuni bisnis online ia bisa sukses atau tidak.

Akhirnya Rudi pun memutuskan untuk mencoba menekuni bisnis online. Sayangnya dia berangkat tidak dengan keyakinan penuh bahwa dirinya bisa sukses di bisnis online. Yah, sekedar coba-coba siapa tahu cocok dan sukses.

Karena cuma coba-coba akhirnya Rudi pun menjalaninya tidak dengan sepenuh hati (tidak terlalu yakin bisa sukses). Hukum alam berlaku, apa yang kita kerjakan setengah-setengah hasilnya pun akan setengah-setengah.

Akhirnya Rudi pun mendapatkan hasil. Namun jumlahnya kecil dan itu pun diperoleh dalam waktu yang amat lama, tidak seperti yang ia harapkan. Akhirnya keyakinan Rudi untuk sukses di bisnis online pun semakin kecil. Seiring dengan itu, usahanya juga semakin malas untuk mengembangkan bisnisnya. Lama kelamaan, ia pun tidak memperoleh hasil.

Dan sebagai penutup, sebagaimana para pecundang gagal lainnya ia berkata, ”BISNIS INI TIDAK COCOK UNTUK SAYA.”

LINGKARAN MALAIKAT

Lain halnya lingkaran setan, lingkaran malaikat berupa siklus berulang yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Contoh nyata terjadi dalam diri saya sendiri. Dulu ketika browsing mencari bisnis yang mudah dilakukan di internet, bertemulah saya dengan Panduan SMUO milik mas Joko Susilo. Dari sana saya melihat bahwa internet bisa menjadi ladang bisnis yang luar biasa.

Saya memulainya dengan kondisi tidak tahu apa itu bisnis online. Jangankan bisnis yang besar, blog monetizing saja saya ngga tahu. Tapi saya punya keyakinan besar bahwa saya bisa sukses dengan perantara bisnis online.

Akhirnya panduan itu saya beli. Dan saya coba praktekkan. Karena belum mengerti cara membuat produk, saya pun menjalankan affiliate sistemnya (reseller). Jadi sambil belajar buat produk juga menjalankan reseller sistemnya.

Saya start awal bulan Mei 2008, dan baru bisa menjual pertama kali adalah akhir bulan Agustus 2008. Jadi hampir 3 bulanan saya tidak mendapatkan hasil apa-apa dari semua usaha yang sudah dilakukan. Kenapa saya tetap bisa bertahan, karena saya punya keyakinan bahwa saya bisa sukses dan ini semua adalah tahapan proses yang mesti saya jalani.

Ingat, saya memulainya dari kondisi zero of skill. Yang saya bawa hanya impian sukses dan keyakinan bahwa internet marketing adalah jalan untuk menggapai itu semua.

Lingkaran malaikat mulai bekerja sejak penjualan pertama terjadi. Walau hasilnya tidak seberapa itu membuat keyakinan saya bertambah dan keseriusan saya menekuni bisnis online pun bertambah pula. Hasil tentu semakin besar seiring dengan usaha yang dilakukan dengan semangat dan dengan keyakinan penuh. Hingga dalam satu bulan saya bisa menembus 1 juta pertama di dari bisnis online.

Setelah itu, produk pertama yang mengungkap cara mendapatkan 1 juta pertama di atas jadi (beta version). Karena baru tahap belajar ya saya jadikan bonus untuk para pembeli link affiliate saya. Hasilnya penjualan beruntun kembali terjadi. Dan produk itu sekarang sudah update yang ketiga (rencana mau saya update lagi). Total hingga artikel ini dimuat, saya sudah mendapatkan hasil hampir 8 jutaan (kurang 100ribuan) dari bisnis online.

Intinya, hati-hati dengan keyakinan Anda saat memulai sebuah usaha, apapun itu macamnya. Karena yaitu tadi, lingkaran malaikat / setan akan bekerja otomatis tanpa Anda sadari. Jika lingkaran setan yang menang, maka bisa dipastikan masa depan sukses Anda hanya tinggal diangan-angan.

Ketidaktahuan ataupun ketidakbisaan atas suatu kemampuan teknis bukan alasan Anda gagal. Karena itu semua bisa dipelajari seiring dengan perjalanan sukses Anda. Yang terpenting, pegang teguh visi / dream sukses Anda dan melangkahlah dengan penuh keyakinan sejak langkah pertama. Dan jangan lewatkan satu peluang pun, karena peluang bagus biasanya tidak akan datang dua kali!

Saya tunggu Anda di puncak kesuksesan!
Salam sukses,
Adapted from:ariefmaulana.com

Kamis, Maret 05, 2009

SISTEM BELAJAR MURDER

Ada salah satu tip dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif
dan efisien. Sistem belajar ini dikenal dengan "MURDER", yang terdiri dari
Mood, Understand, Recall, Digest, Expand, dan Review. Perincian sistem
belajar "MURDER" ini, yang diadaptasi dari buku The Complete Problem Solver
oleh Bob Nelson, adalah sebagai berikut:

Mood - Suasana Hati:
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan
menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.

Understand - Pemahaman:
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit.
Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk
unit itu.

Recall - Ulang:
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan
kata-kata yang kamu buat SENDIRI.

Digest - Telaah:
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI
keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks
atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.

Expand - Kembangkan:
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah
kamu pelajari:
• Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut,
pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
• Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam
hal yang saya sukai?
• Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan
mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?

Review - Pelajari Kembali:
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang
telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan
strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.

Materi diadaptasi dari:
Landsberger, Joe. The MURDER Study System

PENGATURAN JADWAL BELAJAR EFEKTIF

Pengaturan Waktu adalah membuat dan melakukan jadwal belajar agar dapat
mengatur dan memprioritaskan belajarmu dalam konteks membagi waktu
dengan aktivitas, keluarga, dan lain-lain.

Pedoman:

~ Perhatikan waktumu.
~ Refleksikan bagaimana kamu menghabiskan waktumu.
~ Sadarilah kapan kamu menghabiskan waktumu dengan sia-sia.
~ Ketahuilah kapan kamu produktif.

Dengan mengetahui bagaimana kamu menghabiskan waktu dapat
membantu untuk:

Pertama, Membuat daftar "Kerjaan". Tulislah hal-hal yang harus kamu kerjakan,
kemudian putuskan apa yang dikerjakan sekarang, apa yang dikerjakan nanti,
apa yang dikerjakan orang lain, dan apa yang bisa ditunda dulu pengerjaannya.
Kedua, Membuat jadwal harian/mingguan. Catat janji temu, kelas dan
pertemuan pada buku/tabel kronologis. Selalu mengetahui jadwal selama
sehari, dan selalu pergi tidur dengan mengetahui kamu sudah siap untuk
menyambut besok.
Ketiga, Merencanakan jadwal yang lebih panjang. Gunakan jadwal bulanan
sehingga kamu selalu bisa merencanakan kegiatanmu lebih dulu. Jadwal ini
juga bisa mengingatkanmu untuk membuat waktu luangmu dengan lebih
nyaman.
Rencana Jadwal Belajar Efektif:
• Beri waktu yang cukup untuk tidur, makan dan kegiatan hiburan.
• Prioritaskan tugas-tugas.
• Luangkan waktu untuk diskusi atau mengulang bahan sebelum kelas.
• Atur waktu untuk mengulang langsung bahan pelajaran setelah kelas.
Ingatlah bahwa kemungkinan terbesar untuk lupa terjadi dalam waktu 24
jam tanpa review.
• Jadwalkan waktu 50 menit untuk setiap sesi belajar.
• Pilih tempat yang nyaman (tidak mengganggu konsentrasi) untuk belajar.
• Rencanakan juga "deadline".
• Jadwalkan waktu belajarmu sebanyak mungkin pada pagi/siang/sore hari.
• Jadwalkan review bahan pelajaran mingguan.
• Hati-hati, jangan sampai diperbudak oleh jadwalmu sendiri!

Materi diadaptasi dari:
Landsberger, Joe. Managing Time

BERPIKIR KRITIS


Berpikir Kritis adalah "ketetapan yang hati-hati dan tidak tergesa-gesa untuk apakah kita
sebaiknya menerima, menolak atau menangguhkan penilaian terhadap suatu pernyataan, dan
tingkat kepercayaan dengan mana kita menerima atau menolaknya."
dari Critical Thinking oleh Moore dan Parker

STRATEGI MEMBACA KRITIS

Tanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut pada dirimu sendiri:
• Apa topiknya?
• Kesimpulan apa yang diambil oleh penulis tentang topik tersebut?
• Alasan-alasan apa yang dikemukan penulis yang membuatnya percaya?
o Hati-hati dengan alasan yang tidak obyektif (misalnya: alasan kasihan,
ketakutan, penyalahgunaan statisktik, dll) yang dapat menipu pembaca.
• Apakah penulis menggunakan fakta atau opini?
o Fakta dapat dibuktikan.
o Opini tidak dapat dibuktikan dan mungkin tidak memiliki dasar yang kuat.
• Apakah penulis menggunakan kata-kata netral atau emosional?
o Pembaca kritis melihat di balik kata-kata untuk mengetahui apakah alasanalasannya
jelas.

Karakteristik Pemikir Kritis

• Mereka jujur terhadap diri sendiri.
• Mereka melawan manipulasi.
• Mereka mengatasi kebingungan.
• Mereka bertanya.
• Mereka mendasarkan penilaiannya pada bukti.
• Mereka mencari hubungan antar topik.
• Mereka bebas secara intelektual.

Materi diadaptasi dari:
Ruggiero, Vincent Ryan. Critical Thinking